Dia Iblis

Dahulu, ada orang yang memutuskan pergi darimu, karena ia sudah menemukan orang yang tepat baginya. Atau kamu yang memutuskan dia harus pergi dari hidupmu, karena kamu merasa terlalu tertekan atau terkekang selama bersamanya. Lalu kamu memutuskan untuk menjauh darinya. Padahal kamu pikir awalnya Ia sebenarnya orang yang baik, perhatian, bisa membuatmu nyaman. Tapi setelah menjalani hubungan yang cukup lama. Dia berubah, menjadi seperti Iblis. Mulai mengekangmu dari beberapa hal yang sepele. Dan akhirnya kalian selesai. Beberapa hari awal, hidupmu masih baik-baik saja. Kamu kembali dengan teman-teman mu, bersenang-senang dengan mereka. Mulai melupakan kenangan yang menyakitkan bagimu.

Pada hari yang tenang itu, Si Iblis kembali. Entah mengapa ia kembali, apakah karena dia disakiti oleh orang lain? Atau karena Ia merasa bahwa hanya kamu orang yang bisa menenangkanmu. Dia merasa menyesal, kemudian mengajakmu mengobrol berdua untuk meluruskan lagi apa yang ia rasakan.

Kamu menolak. Kamu takut hal-hal yang menakutkan terjadi.

Padahal kamu sudah tidak berharap ia kembali dihidupmu. Kamu tak ingin melihatnya lagi. Ia mulai merayu-rayu mu. Berjanji bahwa akan menjadi orang yang tak akan terlalu mengekangmu. Seorang Teman. Dan, kamu luluh. Entah mungkin merasa kasihan.

Kalian masih berhubungan satu sama lain. Lambat laun Ia kembali menerormu. Padahal hubungan kalian sudah selesai bukan? Ia masih mengekangmu, melarangmu. Hal yang kamu lakukan begini, jika kamu sudah tak merasa nyaman, jangan menganggap bahwa kalian masih memiliki hubungan. Hidupmu adalah hidupmu. Bahagiamu adalah bahagiamu. Terkadang kalau ingin bahagia kamu harus sedikit tegas kepada seseorang. Abaikan orang yang seperti itu. Raihlah bahagiamu tanpa orang seperti Iblis itu.

Leave a comment